CP 6 - 7 Dasar TJKT
Apa Itu IPv4?
Internet Protocol version 4 atau IPv4 adalah versi pertama IP address yang paling banyak digunakan. Versi ini mengutamakan alur pengiriman data yang paling memungkinkan, tapi tidak menjamin kualitas pengiriman data atau layanan.
Artinya, pengguna mungkin menjumpai lagging dan masalah lain yang mungkin terjadi karena naik turunnya beban traffic internet pada saat ini.
IPv4 juga merupakan protokol tanpa koneksi, yang berarti pengiriman paket data akan tetap dilakukan tanpa harus memastikan apakah perangkat yang dituju sudah siap. Keunggulan IPv4 adalah protokol ini bisa mengirimkan paket melalui jalur alternatif apabila koneksi sedang terhambat atau router mengalami masalah.
Versi IP ini menggunakan alamat 32-bit, yaitu format yang paling umum untuk IP address saat ini. Alamat IPv4 terdiri dari empat angka desimal, dipisahkan oleh tiga titik, mulai dari 0 hingga 255.
Berikut contoh IPv4:
192.0.2.146
Ruang alamat 32-bit bisa menyediakan sekitar 4,3 miliar alamat. Tapi, beberapa disimpan untuk jaringan pribadi dan tidak tersedia untuk penggunaan umum
Apa Itu IPv6?
Internet Protocol versi 6 atau IPv6 adalah versi terbaru IP address, yang juga disebut sebagai Internet Protocol Next Generation (IPng). Fungsinya mirip dengan Internet Protocol versi 4 (IPv4), yang menyediakan alamat khusus bagi semua perangkat yang terhubung ke internet. Namun, tidak seperti IPv4, IPv6 menggunakan alamat 128-bit.
Ruang alamat 128-bit memungkinkan sekitar 340 undecillion alamat atau 1.028 kali lebih banyak daripada IPv4.
Alamat IPv6 memuat angka dan huruf, ditulis dalam delapan kelompok angka heksadesimal empat digit, dipisahkan oleh titik dua.
Berikut contoh IPv6:
2001:db8:3333:4444:CCCC:DDDD:EEEE:FFFF
Selain alamat yang lebih banyak, IPv6 juga memiliki header yang lebih sederhana daripada IPv4. IP header adalah informasi meta di awal paket IP.
Header IPv6 memiliki format baru yang dirancang untuk meminimalkan overhead header sehingga pemrosesan paket menjadi lebih efisien.
Kemudian, perbedaan IPv4 dan IPv6 lainnya adalah, Network Address Translation (NAT) tidak dibutuhkan dengan IPv6 sehingga mengembalikan konektivitas end-to-end pada lapisan IP.
Hal ini juga membuat layanan seperti Voice over Internet Protocol (VoIP) dan Quality of Service (QoS) menjadi lebih mudah diimplementasikan dan disebarkan.
Kenapa Harus Ada IPv4 dan IPv6?
Kalau kita lihat-lihat, jumlah kemungkinan alamat IP yang bisa dibuat untuk alamat IPv4 mungkin sudah cukup banyak. Tapi, ternyata 4,3 miliar saja belum cukup untuk mengakomodasi semua perangkat yang terhubung di seluruh dunia, apalagi setelah adanya perangkat Internet of Things (IoT).
Nah, fungsi IPv6 adalah untuk memenuhi kebutuhan yang lebih banyak akan alamat IP di internet. Meski begitu, IPv4 juga masih diperlukan.
Meskipun saat ini beberapa content provider besar seperti Facebook dan Netflix bisa dijangkau melalui IPv6, hanya 19,1% dari sepuluh juta website terbaik Alexa yang bisa dijangkau melalui protokol ini, dan sisanya masih menggunakan IPv4. Untuk saat ini, sepertinya masih butuh waktu yang sangat lama untuk benar-benar beralih ke IPv6 sepenuhnya.
Perbedaan IPv4 dan IPv6
Perbedaannya, IPv4 adalah alamat IP 32-bit yang hanya terdiri dari karakter numerik dan dipisahkan dengan tanda titik, sedangkan IPv6 adalah alamat IP 128-bit yang terdiri dari alfanumerik (huruf dan angka) dan dipisahkan dengan tanda titik dua.
Mari simak tabel di bawah ini untuk membandingkan lebih jelas tentang perbedaan IPv4 dan IPv6.
Apa itu TCP/ IP?
TCP/IP adalah kepanjangan dari Transmission Control Protocol/Internet Protocol. Ini merupakan protokol yang digunakan untuk menghubungkan komputer satu dengan komputer yang lainnya melalui internet agar dapat saling berkomunikasi. Salah satu fungsi utamanya, yaitu untuk melakukan sharing data antar komputer. Jadi, dengan kata lain, jika Anda memiliki lebih dari satu komputer dan ingin menghubungkannya untuk melakukan sharing data atau komunikasi lainnya, maka jaringan TCP/IP bisa menjadi solusinya.
Perlu Anda ketahui bahwa protokol ini terdiri dari dua jenis yaitu TCP dan juga IP.
Kelebihan TCP/IP
Penggunaan TCP/IP banyak digunakan oleh pengguna komputer di seluruh dunia, karena menawarkan banyak kelebihan, antara lain seperti:
- Bisa digunakan untuk berbagai macam jenis jaringan dan tidak harus terikat dengan perangkat keras tertentu.
- TCP/IP bersifat open protocol standard sehingga bisa menghubungkan perangkat lunak dengan berbagai komputer.
- Protokol ini juga dapat digunakan untuk mengetahui jaringan TCP/IP lain, meskipun memiliki identitas berbeda.
- Konsistensi protokol ini tinggi, sehingga banyak dipilih oleh para pengguna komputer.
Cara Kerja TCP/IP
Setelah mengetahui tentang pengertian serta kelebihan protokol TCP/IP, selanjutnya Anda juga perlu mengetahui bagaimana cara kerjanya.
Fungsi utama dari protokol ini adalah untuk berkomunikasi antara komputer satu dengan komputer yang lainnya melalui jaringan. Paket data akan dikemas, kemudian dikirimkan menuju komputer lain. Untuk lebih jelasnya, Anda dapat menyimak cara kerja TCP/IP di bawah ini:
- Pertama-tama protokol akan memecah data hingga menjadi kecil, dan selanjutnya data tersebut dikirimkan melalui media. Paket data memiliki label berbeda dan juga sudah memiliki alamat pengiriman, sehingga bisa sampai ke tempat tujuan yang tepat.
- Data yang sudah dipecah dan memiliki alamat, selanjutnya akan dikirim melalui router. Router berfungsi untuk mengantarkan paket ke tujuan masing-masing.
- Setelah dikirim melalui router, pakai data akan sampai ke tempat tujuan dan dapat dibuka melalui komputer lain. Terdapat beberapa layer dan masing-masing memiliki tugas tersendiri untuk mengirimkan paket tersebut. Layer atau lapisan tersebut memiliki tugasnya masing-masing, mulai dari layer yang paling bawah hingga layer yang paling atas. Layer paling bawah fungsinya untuk menerjemahkan paket, dan kemudian mengirimkannya hingga ke layer paling atas.
Fungsi TCP/IP
Terdapat beberapa fungsi penting dari TCP/IP selain mengkoneksikan komputer satu dengan komputer lain. Fungsi tersebut di antaranya:
- Mengirimkan file yang sudah terenkripsi, dari satu komputer ke komputer lain.
- Melakukan remote log in komputer dari jarak jauh.
- Mengirim dan menerima mailing dari komputer lain.
- Menggunakan fitur network file system.
- Melakukan perintah massal pada komputer yang terhubung dalam jaringan.
- Memungkinkan Anda untuk menggunakan fitur name server.
- Bagaimana, ternyata protokol jaringan TCP/IP memiliki banyak fungsi penting lainnya, ya.
Layer pada jaringan TCP/IP
Dalam protokol TCP/IP terdapat lapisan-lapisan atau layer dengan fungsi yang berbeda. Mari kita kenali satu persatu.
1. Lapisan Application (Application Layer)
Layer TCP/IP pertama dari protokol ini adalah lapisan application. Lapisan ini berada paling dasar dan terhubung langsung dengan penggunanya.
Agar lebih mudah dipahami, layer ini contohnya ada pada aplikasi yang sering digunakan pada komputer.
Setelah membuka aplikasi tersebut dari komputer, nantinya komputer akan menjalankan protokol http agar aplikasi tersebut dapat digunakan.
Namun, jika Anda mengirim file, protokol yang bekerja adalah FTP atau sering disebut juga File Transfer Protocol.
2. Lapisan Transport
Lapisan selanjutnya sering disebut dengan transport layer. Lapisan ini digunakan sebagai jembatan transportasi agar data dapat dipindah dari komputer satu ke komputer yang lainnya.
Lapisan ini berada di atas lapisan application. Di sini terdapat dua jenis protokol, yaitu TCP dan juga UDP.
Kedua jenis protokol tersebut memiliki kelebihan masing-masing. Protokol TCP memiliki tingkat keamanan tinggi, sedangkan protokol UDP memiliki kecepatan tinggi.
3. Lapisan Network
Lapisan selanjutnya yaitu network layer yang berada di atas lapisan transport. Di lapisan network, protokol dari lapisan transport kemudian dikonversi hingga berubah menjadi IP address.
IP address tersebut digunakan untuk menghubungkan komputer dengan jaringan.
Selanjutnya, data akan dipecah pada layer network agar disesuaikan dengan media yang akan dilewati.
Data yang sudah pecah kemudian akan dibungkus menjadi paket dan diberi alamat. Selanjutnya akan dikirim melalui jalur paket masing-masing.
4. Lapisan Network Interface
Lapisan selanjutnya yaitu network interface, yang merupakan lapisan terakhir. Lapisan ini terhubung dengan hardware pada komputer.
Di sini komputer akan dapat mengirim paket data menggunakan kabel atau tanpa kabel.
Keuntungan Menggunakan TCP/IP
Apa saja sih, keuntungannya jika kita menggunakan jaringan TCP/IP dalam menghubungkan antar komputer?
- Dapat membangun jaringan internet pada berbagai macam komputer.
- Mendukung pengiriman data dengan jenis berbeda.
- Memudahkan pekerjaan Sistem Operasi secara independen.
- Sangat ringan dan tidak menyebabkan komputer mudah bermasalah, terutama pada jaringannya.
- Tidak memerlukan bantuan ahli.
- Memiliki arsitektur client-server yang tepat.
Memahami Jaringan Telekomunikasi Sistem Keamanan Jaringan Telekomunikasi
Sistem keamanan jaringan telekomunikasi melindungi jaringan dan data Anda dari pelanggaran, penyusupan, dan ancaman lainnya.
Sistem keamanan jaringan telekomunikasi adalah istilah yang luas dan menyeluruh yang menjelaskan solusi perangkat keras dan perangkat lunak serta proses atau aturan dan konfigurasi yang berkaitan dengan penggunaan jaringan, aksesibilitas, dan perlindungan ancaman secara keseluruhan.
Sistem keamanan jaringan telekomunikasi melibatkan kontrol akses, perangkat lunak virus dan antivirus, keamanan aplikasi, analisis jaringan, jenis keamanan terkait jaringan (titik akhir, web, nirkabel), firewall, enkripsi VPN, dan banyak lagi.
Manfaat Keamanan Jaringan
Keamanan Jaringan sangat penting dalam melindungi data dan informasi klien, menjaga keamanan data bersama dan memastikan akses yang andal dan kinerja jaringan serta perlindungan dari ancaman dunia maya.
Solusi keamanan jaringan yang dirancang dengan baik mengurangi biaya overhead dan melindungi organisasi dari kerugian mahal yang terjadi akibat pelanggaran data atau insiden keamanan lainnya.
Memastikan akses yang sah ke sistem, aplikasi, dan data memungkinkan operasi bisnis dan pengiriman layanan dan produk kepada pelanggan.
Jenis Perlindungan Keamanan Jaringan
Firewall
Firewall mengontrol lalu lintas masuk dan keluar pada jaringan, dengan aturan keamanan yang telah ditentukan. Firewall mencegah lalu lintas yang tidak ramah dan merupakan bagian penting dari komputasi sehari-hari.
Keamanan Jaringan sangat bergantung pada Firewall, dan terutama Firewall Generasi Berikutnya, yang berfokus pada pemblokiran malware dan serangan lapisan aplikasi.
Segmentasi Jaringan
Segmentasi jaringan mendefinisikan batas antara segmen jaringan di mana aset dalam grup memiliki fungsi, risiko, atau peran yang sama dalam suatu organisasi.
Misalnya, gateway perimeter membagi jaringan perusahaan dari Internet. Potensi ancaman di luar jaringan dicegah, memastikan bahwa data sensitif organisasi tetap berada di dalam.
Memahami sistem VSAT
VSAT adalah singkatan dari Very Small Aperture Terminal. VSAT adalah antena parabola kecil yang menggunakan satelit untuk jalur komunikasi. Ekstensi VSAT sendiri mengacu pada ukuran antena, yang biasanya kecil tetapi masih kuat untuk digunakan sebagai terminal telekomunikasi satelit. Antena VSAT dengan diameter besar umumnya antara 0,6 dan 2,4 meter. Namun ada juga antena VSAT besar dengan panjang 3-6 meter. Dengan menggunakan satelit di luar angkasa, sistem telekomunikasi VSAT dapat menempuh jarak jauh. VSAT digunakan untuk berlangganan Internet satelit, data, TV, LAN, suara, faks dan VoIP.
VSAT adalah sistem komunikasi Wide Area Network atau WAN. Singkatnya, WAN adalah jaringan yang memiliki jangkauan yang sangat luas dan dapat mencakup negara atau benua. Apa fungsi VSAT? VSAT adalah alat yang berguna untuk menerima dan mengirimkan sinyal ke dan dari satelit. Sementara satelit bertindak sebagai pengikut sinyal ketika menerima sinyal dari VSAT. Kemudian sinyal yang ditransmisikan oleh satelit mencapai hub atau kantor pusat.
VSAT Adalah Jaringan berbasis VSAT memberikan solusi efisien, metode cost effective dan reliable untuk distribusi data ke sejumlah lokasi berbeda tanpa terkait jarak. Berbeda dengan jaringan terestrial yang selalu mempertimbangkan jarak, biaya investasi lebih tinggi, semakin jauh lokasi dihilangkan. Secara umum, sistem Vsat beroperasi pada frekuensi Ku-band dan C-band. Ku-band digunakan di Eropa dan Amerika Utara dengan antena VSAT kecil. C-band banyak digunakan di Asia, Afrika dan Amerika Latin dan membutuhkan antena yang lebih besar.
Cara Kerja Very Small Aperture Terminal (VSAT)
Secara umum, VSAT bekerja dengan cara sebagai berikut, Informasi yang ditransmisikan akan diteruskan ke hub dan kemudian ditransmisikan melalui VSAT di Bumi ke satelit. Bagian satelit berfungsi sebagai penguat frekuensi. Informasi yang diterima dikonfirmasi dan dikirim kembali pada frekuensi yang lebih tinggi (pengiriman ulang). Setelah informasi dikirimkan, hub di bumi mengontrol semua operasi jaringan komunikasi.
Manfaat Very Small Aperture Terminal (VSAT)
Bagi perusahaan yang bergerak di bidang keuangan, perbankan, energi, hingga institusi pemerintahan yang membutuhkan koneksi yang stabil dan berkomunikasi dengan kantor cabang di berbagai daerah terpencil. Bahkan untuk perusahaan dengan layanan seluler, solusi VSAT Nomadik memastikan bahwa komunikasi data anda tidak terganggu bahkan di lokasi terpencil.
Pengalaman kami lebih dari tiga dekade menyediakan berbagai solusi TI dan Komunikasi Data serta jaringan infrastruktur yang kami miliki menjadikan Lintasarta unggul dalam penyediaan layanan IP VSAT. Didukung oleh para ahli VSAT lokal, Lintasarta mengoperasikan lebih dari 14.000 layanan VSAT di Indonesia. Ini menjadikan Lintasarta perusahaan dengan titik layanan VSAT terbanyak di Indonesia.
Menggunakan media akses satelit serta teknologi Time Division Multiplex (TDM)/Time Division Multiple Access berbasis standar Internet Protocol (IP), Spektrum berkisar dari lalu lintas rendah melalui broadband hilir dan broadband hulu.
Lintasarta IP VSAT juga dapat menjawab kebutuhan komunikasi yang mudah dipindahkan melalui IP VSAT Nomadic, karena dapat dipasang pada kendaraan dan antena dapat secara otomatis disejajarkan dengan satelit. Layanan IP-VSAT Lintasarta adalah solusi untuk pertumbuhan bisnis yang efisien.
Jenis VSAT Berdasarkan Band Spektrum
- VSAT C-BC-BC-Band
Layanan VSAT PSN dengan spektrum C-band dikenal dengan kehandalannya terhadap perubahan cuaca dan Service Level Agreement (SLA) yang tinggi. VSAT C-band umumnya digunakan untuk aplikasi yang membutuhkan tingkat keandalan dan keamanan yang tinggi, seperti: Aplikasi perbankan, layanan darurat dan implementasi ERP.
Dalam hal alokasi bandwidth untuk VSAT C-band, PSN menyediakan layanan VSAT Internet Protocol (VSAT-IP) dengan rasio bandwidth multi-klien dan layanan single carrier per channel (SCP) yang membatasi ketersediaan bandwidth tertentu (Khusus) untuk memastikan setiap terminal VSAT.
- VSAT Ku-Band
Ubiqu adalah layanan VSAT Ku-Band terbaru dari PSN yang menawarkan koneksi broadband dengan perangkat antena yang lebih kecil dan harga yang lebih rendah.
Layanan Ubiqu dapat digunakan siapa saja yang membutuhkan koneksi Internet, baik itu di rumah, di sekolah, di pedesaan (kantor desa), di perusahaan kecil dan menengah (UKM), di klinik, di rumah sakit dan berbagai jenis perusahaan lintas industri.
Ubiqu menjadi solusi layanan internet broadband di mana saja di seluruh Indonesia karena dapat melayani area tanpa jaringan komunikasi terestrial seperti radio, GSM, kabel dan serat.
Aplikasi Apa Saja yang Dapat Menggunakan VSAT ?
Jaringan VSAT dapat digunakan untuk transmisi data, suara, dan video berdasarkan protokol Internet Protocol (IP). Karena VSAT adalah teknologi berbasis satelit di mana penundaan propagasi terjadi karena penghapusan satelit dari permukaan bumi, aplikasi yang menggunakan teknologi ini harus dilakukan sehingga jumlah transfer klien-server yang berselang dipertahankan seminimal mungkin berkurang.
Keamanan Jaringan sangat penting dalam melindungi data dan informasi klien, menjaga keamanan data bersama dan memastikan akses yang andal dan kinerja jaringan serta perlindungan dari ancaman dunia maya.
Solusi keamanan jaringan yang dirancang dengan baik mengurangi biaya overhead dan melindungi organisasi dari kerugian mahal yang terjadi akibat pelanggaran data atau insiden keamanan lainnya.
Memastikan akses yang sah ke sistem, aplikasi, dan data memungkinkan operasi bisnis dan pengiriman layanan dan produk kepada pelanggan.
Jenis Perlindungan Keamanan Jaringan
Firewall
Firewall mengontrol lalu lintas masuk dan keluar pada jaringan, dengan aturan keamanan yang telah ditentukan. Firewall mencegah lalu lintas yang tidak ramah dan merupakan bagian penting dari komputasi sehari-hari.
Keamanan Jaringan sangat bergantung pada Firewall, dan terutama Firewall Generasi Berikutnya, yang berfokus pada pemblokiran malware dan serangan lapisan aplikasi.
Segmentasi Jaringan
Segmentasi jaringan mendefinisikan batas antara segmen jaringan di mana aset dalam grup memiliki fungsi, risiko, atau peran yang sama dalam suatu organisasi.
Misalnya, gateway perimeter membagi jaringan perusahaan dari Internet. Potensi ancaman di luar jaringan dicegah, memastikan bahwa data sensitif organisasi tetap berada di dalam.
Memahami sistem VSAT
VSAT adalah singkatan dari Very Small Aperture Terminal. VSAT adalah antena parabola kecil yang menggunakan satelit untuk jalur komunikasi. Ekstensi VSAT sendiri mengacu pada ukuran antena, yang biasanya kecil tetapi masih kuat untuk digunakan sebagai terminal telekomunikasi satelit. Antena VSAT dengan diameter besar umumnya antara 0,6 dan 2,4 meter. Namun ada juga antena VSAT besar dengan panjang 3-6 meter. Dengan menggunakan satelit di luar angkasa, sistem telekomunikasi VSAT dapat menempuh jarak jauh. VSAT digunakan untuk berlangganan Internet satelit, data, TV, LAN, suara, faks dan VoIP.
VSAT adalah sistem komunikasi Wide Area Network atau WAN. Singkatnya, WAN adalah jaringan yang memiliki jangkauan yang sangat luas dan dapat mencakup negara atau benua. Apa fungsi VSAT? VSAT adalah alat yang berguna untuk menerima dan mengirimkan sinyal ke dan dari satelit. Sementara satelit bertindak sebagai pengikut sinyal ketika menerima sinyal dari VSAT. Kemudian sinyal yang ditransmisikan oleh satelit mencapai hub atau kantor pusat.
VSAT Adalah Jaringan berbasis VSAT memberikan solusi efisien, metode cost effective dan reliable untuk distribusi data ke sejumlah lokasi berbeda tanpa terkait jarak. Berbeda dengan jaringan terestrial yang selalu mempertimbangkan jarak, biaya investasi lebih tinggi, semakin jauh lokasi dihilangkan. Secara umum, sistem Vsat beroperasi pada frekuensi Ku-band dan C-band. Ku-band digunakan di Eropa dan Amerika Utara dengan antena VSAT kecil. C-band banyak digunakan di Asia, Afrika dan Amerika Latin dan membutuhkan antena yang lebih besar.
Cara Kerja Very Small Aperture Terminal (VSAT)
Secara umum, VSAT bekerja dengan cara sebagai berikut, Informasi yang ditransmisikan akan diteruskan ke hub dan kemudian ditransmisikan melalui VSAT di Bumi ke satelit. Bagian satelit berfungsi sebagai penguat frekuensi. Informasi yang diterima dikonfirmasi dan dikirim kembali pada frekuensi yang lebih tinggi (pengiriman ulang). Setelah informasi dikirimkan, hub di bumi mengontrol semua operasi jaringan komunikasi.
Manfaat Very Small Aperture Terminal (VSAT)
Bagi perusahaan yang bergerak di bidang keuangan, perbankan, energi, hingga institusi pemerintahan yang membutuhkan koneksi yang stabil dan berkomunikasi dengan kantor cabang di berbagai daerah terpencil. Bahkan untuk perusahaan dengan layanan seluler, solusi VSAT Nomadik memastikan bahwa komunikasi data anda tidak terganggu bahkan di lokasi terpencil.
Pengalaman kami lebih dari tiga dekade menyediakan berbagai solusi TI dan Komunikasi Data serta jaringan infrastruktur yang kami miliki menjadikan Lintasarta unggul dalam penyediaan layanan IP VSAT. Didukung oleh para ahli VSAT lokal, Lintasarta mengoperasikan lebih dari 14.000 layanan VSAT di Indonesia. Ini menjadikan Lintasarta perusahaan dengan titik layanan VSAT terbanyak di Indonesia.
Menggunakan media akses satelit serta teknologi Time Division Multiplex (TDM)/Time Division Multiple Access berbasis standar Internet Protocol (IP), Spektrum berkisar dari lalu lintas rendah melalui broadband hilir dan broadband hulu.
Lintasarta IP VSAT juga dapat menjawab kebutuhan komunikasi yang mudah dipindahkan melalui IP VSAT Nomadic, karena dapat dipasang pada kendaraan dan antena dapat secara otomatis disejajarkan dengan satelit. Layanan IP-VSAT Lintasarta adalah solusi untuk pertumbuhan bisnis yang efisien.
Jenis VSAT Berdasarkan Band Spektrum
- VSAT C-BC-BC-Band
Layanan VSAT PSN dengan spektrum C-band dikenal dengan kehandalannya terhadap perubahan cuaca dan Service Level Agreement (SLA) yang tinggi. VSAT C-band umumnya digunakan untuk aplikasi yang membutuhkan tingkat keandalan dan keamanan yang tinggi, seperti: Aplikasi perbankan, layanan darurat dan implementasi ERP.
Dalam hal alokasi bandwidth untuk VSAT C-band, PSN menyediakan layanan VSAT Internet Protocol (VSAT-IP) dengan rasio bandwidth multi-klien dan layanan single carrier per channel (SCP) yang membatasi ketersediaan bandwidth tertentu (Khusus) untuk memastikan setiap terminal VSAT.
- VSAT Ku-Band
Ubiqu adalah layanan VSAT Ku-Band terbaru dari PSN yang menawarkan koneksi broadband dengan perangkat antena yang lebih kecil dan harga yang lebih rendah.
Layanan Ubiqu dapat digunakan siapa saja yang membutuhkan koneksi Internet, baik itu di rumah, di sekolah, di pedesaan (kantor desa), di perusahaan kecil dan menengah (UKM), di klinik, di rumah sakit dan berbagai jenis perusahaan lintas industri.
Ubiqu menjadi solusi layanan internet broadband di mana saja di seluruh Indonesia karena dapat melayani area tanpa jaringan komunikasi terestrial seperti radio, GSM, kabel dan serat.
Aplikasi Apa Saja yang Dapat Menggunakan VSAT ?
Jaringan VSAT dapat digunakan untuk transmisi data, suara, dan video berdasarkan protokol Internet Protocol (IP). Karena VSAT adalah teknologi berbasis satelit di mana penundaan propagasi terjadi karena penghapusan satelit dari permukaan bumi, aplikasi yang menggunakan teknologi ini harus dilakukan sehingga jumlah transfer klien-server yang berselang dipertahankan seminimal mungkin berkurang.
Penggunaan Alat Ukur Teknik Jaringan Komputer Dan Telekomunikasi TJKT
Alat Ukur Elektronika dan Fungsinya | Alat ukur elektronik (listrik) merupakan perkakas/alat yang digunakan untuk mengukur besaran-besaran listrik seperti hambatan listrik (R), kuat arus listrik (I), beda potensial listrik (V), daya listrik (P), dan lainnya. Terdapat dua jenis alat ukur yaitu alat ukur analog dan alat ukur digital.
Berikut adalah macam-macam alat ukur listrik :
Amper-meter
Voltmeter
Ohm-meter
Multimeter Analog/Digital
Oscilloscope
Generator fungsi
Digital Signal Analyzer
Spectrum meter
1. Ampermeter
Amperemeter adalah alat yang digunakan untuk mengukur kuat arus listrik baik untuk listrik DC maupun AC yang ada dalam rangkaian tertutup.Amperemeter biasanya dipasang berderet dengan elemen listrik. Cara menggunakannya adalah dengan menyisipkan amperemeter secara langsung ke rangkaian.
2. Voltmeter
Voltmeter adalah alat/perkakas untuk mengukur besar tegangan listrik dalam suatu rangkaian listrik. Voltmeter disusun secara paralel terhadap letak komponen yang diukur dalam rangkaian.
Alat ini terdiri dari tiga buah lempengan tembaga yang terpasang pada sebuah bakelite yang dirangkai dalam sebuah tabung kaca atau plastik.
3. Ohm-meter
Ohm-meter adalah alat untuk mengukur hambatan listrik, yaitu daya untuk menahan mengalirnya arus listrik dalam suatu konduktor.
Besarnya satuan hambatan yang diukur oleh alat ini dinyatakan dalam ohm. Alat ohm-meter ini menggunakan galvanometer untuk mengukur besarnya arus listrik yang lewat pada suatu hambatan listrik (R), yang kemudian dikalibrasikan ke satuan ohm.
4. Multitester Analog/Digital
Multimeter adalah alat untuk mngukur listrik yang sering dikenal sebagai VOAM (VolT, Ohm, Ampere meter) yang dapat mengukur tegangan (voltmeter), hambatan (ohm-meter), maupun arus (amper-meter).Ada dua kategori multimeter: multimeter digital atau DMM (digital multi-meter)(untuk yang baru dan lebih akurat hasil pengukurannya), dan multimeter analog.Masing-masing kategori dapat mengukur listrik AC, maupun listrik DC.
5. Oscilloscope
Oscilloscope/osiloskop adalah alat ukur elektronika yang berfungsi memproyeksikan bentuk sinyal listrik agar dapat dilihat dan dipelajari.
Osiloskop dilengkapi dengan tabung sinar katode. Peranti pemancar elektron memproyeksikan sorotan elektron ke layar tabung sinar katode. Sorotan elektron membekas pada layar.Suatu rangkaian khusus dalam osiloskop menyebabkan sorotan bergerak berulang-ulang dari kiri ke kanan. Pengulangan ini menyebabkan bentuk sinyal kontinyu sehingga dapat dipelajari.
6. Generator fungsi
Generator fungsi adalah alat ukur yang digunakan sebagai sumber pemicu yang diperlukan, merupakan bagian dari peralatan (software) uji coba elektronik yang digunakan untuk menciptakan gelombang listrik.
Gelombang ini bisa berulang-ulang atau satu kali.Generator fungsi analog umumnya menghasilkan gelombang segitiga sebagai dasar dari semua outputnya.Segitiga ini dihasilkan oleh kapasitor yang dimuat dan dilepas secara berulang-ulang dari sumber arus konstan.
Tipe lain dari generator fungsi adalah sub-sistem yang menyediakan output sebanding terhadap beberapa input.Contohnya, output berbentuk kesebandingan dengan akar kuadrat dari input. Alat seperti itu digunakan dalam sistem pengendali umpan dan komputer analog.






Komentar
Posting Komentar